Rosnendya Wisnu Wardhana, Bangkitkan Kembali Kue Melayu Batam yang Hampir Punah

Senin, 10 Desember 2012
Tak punya waktu bersama keluarga membuat Rosnendya Wisnu Wardhana, Pemenang Pertama Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Tahun 2010 Kategori Pascasarjana dan Alumni Bidang Usaha Boga, berpikir keras untuk membuka usaha sendiri. Setelah mencari peluang bisnis terbaik, berjualan kue pun menjadi pilihannya.

Rosnendya menyadari kalau harus menghadirkan sesuatu yang unik dan berbeda sehingga kuenya bisa diterima di pasaran. “Setelah melihat-lihat peluang bisnis yang tepat, akhirnya saya dan istri memutuskan untuk menjual Kue Bingka, kue asli Melayu Batam yang sudah hampir punah dan terlupakan, dengan konsep oleh-oleh untuk wisatawan. Resep kue tersebut saya dapatkan dari nenek istri saya yang memang asli Melayu Batam. Ya, hitung-hitung sekaligus sebagai upaya melestarikan kebudayaan yang hampir hilang,” ujarnya.

Ia pun lalu mengutak-atik resep yang didapatnya agar bisa diterapkan untuk membuat kue yang lebih enak dan dibungkus dengan kemasan yang unik sehingga menarik minat orang untuk membeli. Semua ini dilakukannya dengan modal awal sebesar Rp 5 juta, hasil uang Jamsostek yang dicairkannya ketika berhenti bekerja dari sebuah perusahaan.

Tahun 2009 bisnisnya pun mulai berjalan, dengan nama Kue Bingka Bakar Nay@Dam. Hasil yang diraih pun lumayan, yaitu kurang lebih Rp 10 – Rp 15 juta per bulan dengan margin mencapai 30%-35%. Bisnis ini kemudian meningkat secara signifikan dengan omzet mencapai Rp 100 – Rp 150 juta per bulan.

“Hal ini bermula pada tahun 2010, ketika kami membeli Ruko dan mulai bekerjasama dengan travel guide. Outlet yang kami miliki pun terus bertambah dan sekarang sudah ada enam,” jelasnya. Rosnendya menambahkan, pembeli pun semakin berdatangan ketika Kue Bingka Bakar Nay@Dam menambah variasi rasa kuenya menjadi 12 rasa, tidak hanya rasa daun pandan yang merupakan rasa aslinya.

Kemenangan WMM tahun 2010 pun diakuinya sangat berpengaruh luar biasa terhadap bisnis yang digelutinya. Berbagai ekspos media yang diberikan dalam tingkat nasional membuat namanya semakin dikenal dan semakin banyak pula yang membeli kue bingka miliknya. Selain itu, berbagai pelatihan dan seminar yang diberikan Bank Mandiri dijadikannya bekal dalam manajemen perusahaan sehari-hari.

Walaupun kemajuannya sangat pesat, Rosnendya tak berniat membawa Kue Bingka Bakar Nay@Dam ke luar kota. “Saya ingin kue bingka ini menjadi oleh-oleh khas Melayu Batam, jadi saya hanya akan membuka outlet di Batam. Tahun depan saya berniat membuka satu lagi outlet di Batam. Kalau bisa didapatkan dimana saja, berarti bukan khas Melayu Batam lagi. Oleh karena itu kami menerapkan strategi lain untuk lebih menjangkau masyarakat luas,” jelasnya.

Strategi tersebut adalah dengan membuat restoran berkonsep Melayu, yaitu Pak Ngah Kopitiam. Tahun ini sudah ada dua restoran yang berada di Jakarta dan Tanjung Pinang. Tahun depan diprediksikan Pak Ngah Kopitiam akan hadir di lebih dari dua kota lainnya, salah satunya akan membuka restoran di Pekanbaru.

Pendirian restoran ini sendiri berkonsep seperti waralaba, dimana orang lain yang menanamkan modal dan sistem manajemen berasal dari Rosnendya. Untuk membuka satu outlet, dibutuhkan biaya sekitar Rp 350 juta-Rp 400 juta di luar biaya sewa tempat. “Saya menargetkan satu restoran bisa balik modal dalam dua-tiga tahun,” tekadnya.

Mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM)

Menjalankan sebuah UKM membuat Rosnendya bersemangat dalam mengembangkan UKM di Indonesia. Selain menjabat sebagai ketua sebuah organisasi UKM di Batam, Rosnendya pun mempersilahkan para pengusaha UKM untuk menitipkan produknya di outlet-outlet Kue Bingka Bakar Nay@Dam dan restoran Pak Ngah kopitiam miliknya dengan sistem konsinyasi.

“UKM yang ingin ikut sistem konsinyasi ini terus bertambah dan saya sangat senang dengan hal ini. Saya ingin para UKM bisa tumbuh bersama-sama dan tak lagi menjadi Usaha Kecil Menengah, tetapi jadi Usaha Kecil Miliaran. Mari kita berjuang bersama-sama dari bawah dan menumbuhkan semangat-semangat enterprenuer baru yang bisa sukses di kemudian hari,” jelasnya dengan yakin.

Sumber : Tabloid Kontan

Share: