Kadek Antari, Lukisan Unik Berbuah Cantik

Senin, 17 Desember 2012
Berkat jiwa seni dan dorongan dari orangtuanya untuk selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, Kadek Antari memberanikan dirinya untuk terjun berwirausaha. Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana Bidang Industri tahun 2010 ini mulai berpikir untuk menjual karya seni yang unik namun dapat dipakai orang sehari-hari yaitu dalam bentuk sepatu lukis. Berbekal modal sebesar Rp 1,5 juta, Antari pun memulai bisnis Gurita Shoes Painting miliknya.

“Awal usaha saya dimulai sejak tahun 2009, dimana dengan modal awal yang saya miliki saya gunakan untuk membeli cat dan peralatan lainnya. Saya mengajak teman-teman dari jurusan seni rupa untuk menggambar konsep atau ide yang saya miliki dengan menggunakan media sepatu. Selain itu, kami juga menerima pesanan sepatu lukis sesuai dengan konsep yang diinginkan konsumen.” jelas Antari.

Antari menuturkan, pada awalnya teknik pemasaran yang ia lakukan adalah sangat sederhana yaitu dengan memakai sepatu lukisnya sendiri ke kampus. Tak disangka responnya ternyata sangat positif. Banyak dari teman-teman kampusnya yang memesan sepatu lukisan buatannya tersebut. Antari pun semakin semangat untuk menjalankan usahanya karena melalui usahanya tersebut ia dapat menghasilkan uang sendiri sehingga ia bisa membantu perekonomian keluarga.

Antari pun memberanikan diri untuk membuka showroom. “Modalnya sebesar Rp5 juta, itupun sudah termasuk biaya sewa tempat. Selain itu, untuk menekan biaya ia mendatangkan sepatunya langsung dari tempat pembuatannya di Bogor sehingga saya bisa mendapat harga lebih murah,” aku Antari. Omzet usahanya pun perlahan-lahan meningkat, hingga pada akhir tahun 2010 hasil produksi sepatu yang berhasil terjual mencapai 50-60 pasang dengan harga jual berkisar antara Rp 130 ribu-Rp 160 ribu.

Tenun Lukis

Tak hanya ingin terpaku pada penjualan sepatu lukis, pada akhir tahun 2010 Antari berusaha melebarkan sayapnya ke produk kain tenun Bali yang dilukis. Namun saat itu ia masih dalam tahap pembelajaran corak dan motif, sehingga baru berani menjual ke pasar pada awal 2012 ini. Dengan pengembangan usaha yang telah dilakukannya, maka pengerjaan konsep pun sudah tidak lagi mengandalkan teman seni rupanya, akan tetapi dikerjakan oleh enam seniman Bali yang bekerja penuh waktu.

Untuk pendistribusian produk usahanya saat ini Antari bekerjasama dengan Koperasi Bali dan reseller yang ditemuinya pada saat pameran. “Untuk di Indonesia, saya ingin fokus di Jakarta. Sudah ada beberapa reseller kain tenun bali milik kami. Walaupun demikian tak tertutup kemungkinan ada reseller lain yang berminat untuk menjual produk kami. Tahun depan saya juga mau masuk ke pasar Amerika Serikat dengan bekerjasama dengan teman-teman eksportir,” harap Antari.

Tahun depan, Antari juga telah memutuskan untuk fokus di usaha kain tenun Bali, sedangkan sepatu lukis hanya akan dibuat dan dijual ketika ada yang memesannya. Alasannya, kain tenun Bali lebih mudah diolah dan pasarnya lebih luas. “Pecinta tenun lebih banyak dan luas, terutama di kalangan ibu-ibu. Seperti kita ketahui bersama ibu-ibu lebih suka belanja ketimbang mahasiswa dan anak pelajar. Dengan fokus kepada mereka, keuntungan yang saya peroleh dapat semakin besar,” jelasnya.

Hal ini telah terbukti keberhasilannya, dimana terlihat dari hasil penjualan kain tenun Bali lukis miliknya yang sudah terjual sebanyak 100 kain per bulannya dengan kisaran harga antara Rp 250 ribu-Rp 350 ribu. Tahun depan Antari menargetkan bisa menjual hingga 200 kain per bulannya. Menurut Antari, keunggulan yang dia miliki adalah produk yang dibuat secara handmade, natural, unik dan memiliki nilai seni tinggi. Tak kalah penting, pula adalah keunikan, mengingat sampai dengan saat ini Antari merupakan orang pertama yang menciptakan produk tersebut.

Menurut Antari, keberhasilan pengembangan usahanya tersebut diperoleh sejak keikutsertaannya dalam program Wirausaha Muda Mandiri. Pembinaan yang diberikan Bank Mandiri dalam bentuk pelatihan, pameran dan publikasi menurutnya sangat bermanfaat untuk pengembangan usahanya.

“Lingkungan yang ada juga sangat mendukung, sehingga dapat membentuk mindset sehingga pada akhirnya bisa terus maju, mengembangkan diri dan tak menyerah ketika bertemu halangan,” tuturnya semangat.

Sumber : Tabloid Kontan

Share: