Jefri Van Novis, Bonita Tour Tiket Laris Bisnis Manis

Rabu, 26 Desember 2012
Dari hanya sekedar menjadi sub agent perusahaan tour and travel, kini Jefri Van Novis berhasil memiliki sebuah perusahaan tour and travel dengan lebih dari 100 mitra usaha di seluruh Indonesia. Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tahun 2008 ini pun kini tak henti-hentinya terus melakukan berbagai inovasi produk dan layanan untuk mendukung perkembangan usaha tour and travel-nya.

“Kami menciptakan berbagai inovasi baik untuk penjualan paket wisata maupun paket umrah dan haji plus. Kami pun memiliki departemen khusus untuk melakukan riset dan pengembangan produk. Semua ini kami lakukan untuk dapat terus memenuhi kebutuhan pelanggan,” jelasnya. Hasilnya pun berbuah manis. Saat ini Bonita telah berhasil menjual tiket pesawat sebanyak hampir 6.000 tiket per bulan. Angka ini meningkat 20% dibandingkan dengan tahun lalu, dan ditargetkan akan tumbuh sebesar 20% pada tahun depan.

Menurut Jefri saat ini perkembangan bisnis tour and travel di Indonesia sedang mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura II, terdapat peningkatan jumlah penumpang pesawat sebanyak 10% setiap tahunnya. Selain itu industri penerbangan juga sedang gencar menambah armada pesawat dan rute baru, mengingat saat ini tidak hanya kalangan menengah atas yang memilih pesawat sebagai sarana transportasi, namun hampir semua lapisan masyarakat telah mulai melirik jasa penerbangan sebagai alternatif sarana transportasi.

Walaupun demikian, dia mengakui persaingan di dunia tour and travel cukup ketat dan hanya perusahaan yang bisa memberikan pelayanan terbaik dan menawarkan sesuatu yang uniklah yang bisa memenangkan persaingan. “Sebagai contoh, Bonita Tour lahir dan besar di kawasan pasar dengan pelanggan yang kebanyakan adalah pedagang. Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginan pelanggan kami akan meluncurkan paket wisata belanja Guangzhou-Shenchen-Hongkong pada tahun 2013 sehingga pedagang yang ingin berbelanja barang ke Cina juga bisa sekalian berwisata,” tuturnya.

Hal lain yang harus dilakukan untuk dapat bertahan dalam bisnis tour and travel adalah pengembangan bisnis. Jefri memiliki impian sekaligus target jangka panjang untuk kelangsungan bisnisnya, yaitu memiliki maskapai penerbangan sendiri dengan nama Bonita Air. Langkah awal yang mulai diterapkannya adalah dengan membuka cabang dan sub agent di seluruh Indonesia sehingga nantinya ke depan bisa menjadi kantor perwakilan penjualan Bonita Air di seluruh penjuru Nusantara.

Buka Peluang untuk Pemain Baru

Persaingan yang ketat di dunia tour and travel tidak membuat pasar menjadi jenuh dan tak menarik lagi untuk dimasuki. Menurut Jefri, peluang untuk para pemain yang baru ingin masuk ke dalam bisnis tour and travel cukup terbuka, karena masing-masing pengusaha memiliki komunitas dan kolega masing-masing yang bisa diberdayakan menjadi customer.

Selain itu, menurut Jefri potensi tersebut didukung pula dengan tempat tujuan wisata yang juga terus bertambah, serta banyaknya tempat-tempat indah nan eksotik di Indonesia. “Lihat saja potensi di Minangkabau, Bunaken, dan Raja Ampat. Ketiga lokasi tersebut sangat berpotensi untuk menjadi lokasi wisata alam,” ujar Jefri. Dia menambahkan, selama ini tempat wisata dalam negeri yang menjadi favorit masih didominasi oleh Bali, Lombok dan Malang.

Jefri menyadari bahwa untuk masuk ke dalam bisnis ini diperlukan modal yang besar dan pengetahuan yang cukup. Oleh karena itu, dia menganjurkan agar para pemain baru yang ingin masuk ke dalam bisnis ini agar menjadi sub agent terlebih dahulu. Hal ini sangat penting mengingat selama menjadi sub agent para pemain baru tersebut dapat merasakan pengalaman dan mengerti lika-liku bisnis tour and travel ini sehingga mereka bisa lebih percaya diri ketika menjalankan bisnisnya sendiri.

Potensi tersebut disadari Jefri, sehingga saat ini Bonita Tour menawarkan paket usaha yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Bagi yang sibuk bekerja di perusahaan, mereka juga bisa memulai bisnis sampingan sebagai Mobile Agent Bonita. Bermodalkan uang Rp 2,5 juta, mereka sudah bisa berjualan tiket pesawat, paket tour, umrah atau haji plus serta voucher hotel.

Sedangkan bagi yang ingin menjalankan bisnis tersebut secara profesional, Jefri menyediakan paket sub agent 1 dan 2 dengan nilai investasi masing masing Rp 45 juta dan Rp 70 juta. Kelebihan paket ini adalah para mitra bisa melakukan proses booking, issued dan print tiket sendiri. Komisi yang diberikan adalah full 100% (tanpa biaya administrasi). Dengan dukungan berupa training gratis yang diberikan di semua paket usaha.

“Awalnya tidak terpikirkan untuk membuat kerjasama ini, tetapi ketika mengikuti pameran WMM yang diselenggarakan Bank Mandiri ternyata banyak juga yang bertanya mengenai kerjasama ini. Akhirnya saya mencoba untuk mengembangkan pola-pola kerjasama yang memungkinkan hingga pada akhirnya tercipta tiga paket kerjasama seperti saat ini,” jelas Jefri.

Dia mengakui, WMM memang sangat berperan besar dalam perkembangan Bonita Tour. Menurutnya, semenjak ikut WMM ia menjadi semakin percaya diri dalam menjalankan bisnisnya antara lain dengan memberanikan diri untuk membuka usaha di Jakarta. Keberanian itupun telah terbayar dengan bertambahnya jumlah mitra Bonita Tour di seluruh Indonesia.

Sumber : Tabloid Kontan

Share: