CSR Terkini
Informasi tentang kegiatan CSR-PKBL Bank Mandiri.
Yohan Tirtawijaya,
 Menghadirkan Hunian Impian Pelanggan

Kamis, 23 Agustus 2012

Kualitas arsitektur dan desain interior terbaik menjadi andalan Yohan Tortawijaya dalam mengembangkan pasar.

Diperlukan tekad yang kuat dan kerja keras untuk menggapai kesuksesan. Hal inilah yang dilalui Yohan Tirtawijaya dalam mengembangkan usaha konsultan arsitektur, desain dan kontraktor yang dimilikinya. Dimulai dengan menger- jakan proyek-proyek kecil dengan bebe- rapa orang pekerja pada tahun 2000, kini finalis Wirausaha Muda Mandiri 2008 ini telah mampu menangani sejumlah proyek skala menengah dengan jumlah tenaga kerja lebih dari seratus orang.

Tentu bukanlah suatu hal yang mudah bagi Yohan untuk merintis dan mengembangkan usaha di tengah ketatnya persaingan. Untuk itulah ia merasa perlu mencari pengalaman sebelum terjun membuka usaha. “Sejak di bangku kuliah saya bertekad membangun usaha sendiri. Sebagai usahawan saya ingin memiliki keleluasaan waktu, misalnya bisa mengantar anak ke sekolah,” ujar pria muda kelahiran Bandung ini.

Beruntung saat lulus dari Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung pada tahun 1998 yang lalu, ia diterima bekerja di sebuah konsultan arsitektur asing yang sedang mengerjakan sebuah hotel di Bandung. Melalui perusahaan ini ia sempat mengembangkan desain hotel tersebut selama satu tahun di Hang Zhou, Cina. Kesempatan untuk menambah pengalaman berikutnya diperoleh Yohan dengan bekerja di Singapura selama satu tahun.

Proyek pertama yang dikerjakan pria yang hobi main bola, traveling dan membaca ini adalah mendesain sebuah gereja di Bandung pada tahun 2000. Proyek ini didapatkannya setelah memenangkan lomba mendesain gereja tersebut. “Hasilnya tidak seberapa. Tapi saya puas, itulah pertama kalinya hasil usaha saya sendiri dihargai secara profesional,” ungkap Yohan.

Berikutnya di bawah bendera CV Genesis Plus, nama perusahaan didirikannya, Yohan mulai mengerjakan desain rumah tinggal dan ruko. Order yang belum terlalu banyak membuat dia harus merancang strategi pemasaran secara kreatif diantaranya dengan mengikuti pameran desain maupun mempublikasikan karyanya melalui beberapa media. Sementara itu, guna memastikan bahwa setiap proyek dapat dijalankan dengan baik, iapun merekrut SDM yang sesuai untuk masing-masing divisi usaha.

Secara perlahan, order pun mulai datang mengalir. Tidak hanya berasal dari Bandung saja, tetapi juga dari Jakarta serta kota-kota besar lainnya seperti Medan, Padang, Batam, Balikpapan, Surabaya dan lain-lain. Proyek-proyek yang dikerjakannya cukup beragam, mulai dari rumah tinggal, ruko, pusat perbelanjaan, hotel hingga apartemen. “Namun demikian, permintaan untuk desain interior apartemen saat ini sangat tinggi, terutama di wilayah Jakarta dan Bandung,” ungkap Yohan.

Dalam setiap proyek yang selama ini dikerjakannya, Yohan selalu berupaya membantu konsumen mewujudkan hunian impian mereka dengan kualitas arsitektur dan desain terbaik. “Pada prinsipnya para konsumen sudah punya bayangan seperti apa rumah dan desain interior yang mereka inginkan. Saya hanya memberikan konsep- konsep sesuai kebutuhan klien,” ujarnya. Yohan menambahkan, tren desain yang banyak diminati saat ini adalah konsep minimalis dan green design.

Sebagai salah satu finalis Wirausaha Muda Mandiri, Yohan merasa sangat terbantu dengan pelatihan bisnis dan promosi yang diberikan bank BUMN ini. “Training manajemen terpadu yang diberikan oleh Bank Mandiri sangat membantu saya dalam memperkuat manajemen usaha. Sementara itu pelaksanaan promosi melalui berbagai pameran yang diselenggarakan Bank Mandiri membantu memperluas pasar,” ungkap Yohan.

Untuk pengembangan bisnis ke depan, saat ini Yohan sedang fokus melatih stafnya agar mampu mengerjakan proyek lebih banyak lagi. Selain itu, untuk menggenjot pemasaran, ia juga membuka sebuah showroom di Paskal Hypersqure Bandung. “Dalam tiga tahun ke depan target saya adalah mampu membuka showroom di Jakarta,”ujar Yohan.

Sumber : Koran Tempo



Untitled Document

Untitled Document