Fauzan Hangriawan, Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Lele

Kamis, 01 November 2012

Resah melihat harga jual lele dari peternak ke tangan tengkulak yang sangat rendah, Fauzan (26) tergerak untuk membuka gerai khusus yang menjual lele langsung ke konsumen. Bahkan ia berani membeli lele dengan harga lebih tinggi dari tengkulak agar pendapatan peternak lele lebih baik.
Bila harga lele di tangan tengkulak Rp 11.000/kg, Fauzan membelinya dengan harga Rp 12.500/kg. “Paling tidak saya memutus 2 rantai penjualan yaitu tengkulak dan agen di pasar. Saya membeli langsung dari peternak kemudian menjualnya langsung ke konsumen,” jelas Fauzan, saat ditemui di outlet lele-nya di bilangan Krukut, Depok, Jawa Barat (5/10). Dengan harga jual yang lebih tinggi, tentu saja peternak lele menjadi lebih diuntungkan. Saat ini ada sekitar 20 peternak lele plasma di Kecamatan Jagakarsa dan Ciganjur yang menjual hasil panen  ikannya kepada Fauzan.
Selain bermitra dengan para peternak, Fauzan juga sukses mengembangkan kolam lelenya dengan cara investasi. Fauzan memberikan dua alternatif pilihan investasi yaitu menyetor modal atau menyediakan lahan serta menyetor modal dan lahan. Agar lebih mudah dalam pengelolaan investasi, lahan-lahan yang dibiayai investor dipusatkan pada satu lokasi. “Saat ini yang sudah berjalan adalah dalam bentuk kita menyediakan lahan dan operasional, sedangkan investor menyediakan modal. Pembagiannya, 60% untuk investor dan 40% untuk saya,” terang alumnus Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Jakarta ini.
Pembesaran dan Pembenihan
Membudidayakan lele sendiri, sebenarnya sudah dilakukan Fauzan saat masih menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Jakarta sejak bulan September 2009. Dengan modal Rp 1,5 juta. Fauzan membuat kolam lele pertamanya di belakang rumah orang tuanya di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sempat gagal saat pertama kali menjalankan usaha lele, namun kemudian usahanya kembali berkembang setelah ia belajar cara berternak lele yang benar kepada Nasrudin, seorang pembudidaya lele yang sukses di Bogor.
Berbeda dengan peternak lainnya, lele yang diproduksi oleh Fauzan dan mitranya adalah Lele Sangkuriang, bukan Lele Dumbo. Dalam seminggu, Fauzan bisa mendapatkan hasil panen sebanyak 900 kg dengan ukuran lele siap konsumsi (2 bulan masa pemeliharaan) dan dijual seharga Rp 15.000,- per kg. Dari jumlah panen tersebut, 60%nya dijual melalui 2 outlet ikan milik Fauzan di Krukut dan Cinere, sedangkan sisanya dijual langsung ke pasar. Penjualan melalui outlet ditargetkan untuk menyasar langsung ke pembeli ibu-ibu rumah tangga, sedangkan penjualan melalui pasar biasanya masuk ke rumah makan dan pembeli di pasar.
“Selain menghasilkan lele berukuran besar, saya juga menjalankan usaha pembenihan lele yang saya kelola sendiri,” terang Fauzan yang menamakan usahanya yaitu Sylva Farm Bangun Bangsa. Setiap bulan ia bisa memproduksi sekitar 200.000 benih Lele Sangkuriang dengan harga jual Rp 150 per ekor. Dari seluruh hasil usahanya tersebut, Fauzan menyisihkan sepertiga bagian untuk kegiatan sosial, terutama diperuntukan bagi peternak plasma yang membutuhkan biaya untuk pengembangan usahanya.
Omzet Makin Meningkat
Menjadi juara pertama pada ajang Wirausaha Muda Mandiri tahun 2010 kategori Mahasiswa Program Diploma & Sarjana bidang usaha Industri & Jasa menjadi titik balik percepatan usaha Fauzan. “Kenaikan usaha saya sangat signifikan. Boleh dibilang, memangkas waktu usaha saya 3-4 tahun jika dibandingkan dengan teman-teman lain yang memulai usahanya bersamaan dengan saya,” ucap sulung dari tiga bersaudara ini. Apabila berdasarkan ukuran omzet, omzet usahanya naik lebih dari 100% ujar Fauzan menambahkan.
Hal tersebut lantaran Bank Mandiri tidak henti-hentinya memberikan pembinaan, baik dari segi pendampingan usaha, pelatihan, manajemen dan lain-lain. Disamping itu, Fauzan juga mendapatkan dukungan publikasi melalui berbagai media, baik media cetak maupun elektronik serta diikusertakan dalam berbagai macam pameran untuk memperluas akses jaringan dengan pengusaha lainnya.
“Manfaat yang paling terasa adalah akses permodalan untuk usaha yang lebih dipermudah dan lebih terbuka peluangnya,” jelas Fauzan. Di tahun 2010 yang lalu, Fauzan memanfaatkan pinjaman mikro dari Bank Mandiri yang digunakan untuk pengembangan usaha ternak lelenya. Apabila dulu pemasaran usaha Fauzan hanya terbatas di tingkat kecamatan atau kabupaten, kini pemasaran usahanya sudah merambah secara nasional.
Kiat Sukses
  • Pantang menyerah dalam berusaha. Kalau belajar itu, begitu jatuh harus bangkit lagi.
  • Harus fokus pada usaha yang dikerjakan. Penyakit anak muda itu ada dua, cepat berpuas diri dan terburu-buru. Fokus dulu pada satu hal, baru kerjakan yang lain.
  • Bila berusaha turut sertakan orang-orang disekeliling. Orientasinya memberi, jangan menarik terlalu banyak keuntungan. Karena kalau orang disekeliling kita sukses, kita juga akan merasakan kesuksesannya.
  • Minta ridho dari orang tua tentang usaha yang kita kerjakan.
Perjalanan usaha
  • Saat duduk di bangku kelas 3 SMP, Fauzan ikut membantu orang tua berjualan kelapa, beras dan batu bata di Lampung. Usaha tersebut dilakukannya selama 2-3 tahun.
  • Menginjak bangku SMA, Fauzan mulai menjual sepatu.  Lalu bekerjasama dengan ibu-ibu rumah tangga membuat keripik singkong yang ia jual sendiri ke beberapa tempat.
  • Masuk ke perguruan tinggi, Fauzan mengajak dua temannya membuka warung siomay. Sayangnya usaha ini tidak bertahan lama, hanya 2 minggu saja, lantaran Fauzan ditinggal oleh rekannya.
  • Karena sudah terlanjur sewa tempat untuk usaha siomay, tempat tersebut kemudian digunakan Fauzan untuk membuat usaha chinesse food.  Usaha ini hanya bertahan 1,5 tahun lantaran omzet yang didapat hanya cukup untuk menutupi biaya operasional saja.
  • Usaha selanjutnya adalah memenuhi orderan untuk membuat kaos sebuah partai baru, dimana sisa keuntungan membuat kaos tersebut digunakan Fauzan untuk membuat usaha percetakan.
  • Pada bulan September 2009,  Fauzan menjalankan usaha membudidayakan lele dengan modal Rp 1,5 juta.
Bio Data
Nama: Fauzan Hangriawan
Tempat Tanggal Lahir: Pontianak 24 Juli 1986
Pendidikan: Sarjana Hukum, dari Fakultas Hukum Universitas Atmajaya
Usaha: Pemilik budidaya lele Sylva Farm Bangun Bangsa
Penghargaan:
  • Juara I Wirausaha Muda Mandiri 2010 Kategori Mahasiswa Program Diploma & Sarjana Bidang Usaha Industri dan Jasa.
  • Wirausaha muda sukses dari Kementerian Koperasi dan UKM pada acara Gerakan Wirausaha Nasional.
Kontak
Sylva Farm Bangun Bangsa-Fauzan Hangriawan
Jl. Purwa Raya 1, Kavling DKI Blok U No. 3
Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Hp: 08561281234
Sumber : Majalah Ide Bisnis
Share: