Bank Mandiri Salurkan Bantuan Sosial PKH sebesar Rp. 4,7 Miliar di Amuntai

Amuntai, Hulu Sungai Utara, 27 Juli 2017 – Bank Mandiri menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp4,7 miliar kepada 4.771 keluarga penerima manfaat (KPM) di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari bantuan sosial yang akan disalurkan perseroan di Kalimantan pada tahun ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendekatkan masyarakat ke perbankan. Bantuan ini akan disalurkan melalui 27 agen dan e-warong di Amuntai yang terkait dengan Bank Mandiri. Kedepan, jumlah agen tersebut akan dikembangkan menjadi 60 agen yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, seperti kecamatan Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Amuntai Utara, Babirik, Banjang, Danau Panggang, Haur Gading, Paminggir, Sungai Pandan, Sungai Tabukan untuk memperluas akses KPM.

Menurut Regional CEO Bank Mandiri di Kalimantan, Anton Zulkarnain, keterlibatan perseroan dalam penyaluran program bansos pemerintah, merupakan komitmen perseroan sebagai bank milik negara dalam memakmurkan dan mensejahterakan negeri. “Selain mempermudah KPM memperoleh hak mereka, melalui program ini kami juga ingin membantu pemerintah mendapatkan data KPM yang akurat,” kata Anton, saat menyerahkan PKH bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kamis (27/7).

Secara nasional, Anton menjelaskan, Bank Mandiri akan menyalurkan bantuan sosial PKH senilai Rp … kepada  sekitar 1 juta KPM di seluruh Indonesia pada sepanjang tahun ini. “Di samping Program Keluarga Harapan, Bank Mandiri juga akan menyalurkan bantuan sosial berskema Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 3 juta KPM di 23 wilayah provinsi di Indonesia. kata Anton .

Dalam penyaluran bantuan sosial ini, tambah Anton, Bank Mandiri akan melibatkan e-waroeng dan agen Rumah Pangan Kita (RPK) serta sekitar 10 ribu  agen bank di wilayah-wilayah yang menjadi target penyaluran. Para agen bank tersebut akan mendapatkan pelatihan serta pemantauan terkait mekanisme pencairan bantuan dengan memanfaatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan mesin EDC. Nantinya setiap agen akan melayani sekitar 250 KPM. Khusus pada program BPNT, lanjut Anton, Bank Mandiri bekerja sama dengan kelurahan setempat dan Bulog terkait pendampingan KPM serta pengadaan bahan pangan bersubsidi seperti beras dan gula.

“Agen-agen bank ini juga memberikan layanan keuangan tanpa kantor cabang bank kepada masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan untuk transaksi perbankan terbatas. Harapannya, para agenini juga dapat meningkatkan literasi keuangan KPM sehingga dapat mendukung program inklusi finansial,” ujar Anton. Saat ini, Bank Mandiri memiliki jumlah agen sebanyak lebih dari 42 ribu yang terdiri dari 22 ribu agen individu dan 20 ribu loket badan hukum yang tersebar di seluruh Indonesia.

Share: